
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu mantan petinggi EA yang kini menjabat sebagai eksekutif di THQ, Danny Bilson.
"Sewaktu masih bekerja di perusahaan terdahulu (EA-red.), saya pergi ke Inggris tepat ketika perang Irak sedang berlangsung. Di sana saya membicarakan tentang pembuatan game baru tentang perang tersebut," bebernya, dikutip detikINET dari 1up, Rabu (11/8/2010).
Namun karena dianggap bakal memicu kontoversi, maka game yang belum memiliki nama ini batal untuk dirilis. Hal tersebut mungkin bukanlah kali pertama terjadi di industri game. Sebelumnya, Six Days in Fallujah juga batal dirilis karena bercerita tentang perang di Irak.
sumber:detikinet.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar